Direktur LPPOM MUI
Jakarta,
Lembaga Pengawas Pangan Obat-obatan dan Kosmetika (LPPOM) Majelis Ulama Indonesia (MUI) meminta produsen sepatu Kickers, PT Mahkota Petriedo Indoperkasa, untuk menarik jenis sepatu yang diketahui mengandung unsur babi. Direktur LPPOM MUI Lukmanul Hakim menegaskan, hal itu untuk memberikan rasa aman bagi konsumen Muslim. “Mereka sangat resah dengan beredarnya sepatu merek Kickers yang bertuliskan pig skin lining (terlapisi kulit babi) itu,” ujarnya di Jakarta, Sabtu (22/12), sebagaimana laporan Republika. Apalagi, kata dia, sebelumnya juga telah beredar di masyarakat adanya stiker atau logo halal pada sepatu Kickers tersebut. Hal itu, ungkapnya, jelas merupakan pelanggaran dan kebohongan. Lukmanul menegaskan, pihaknya tidak pernah mengeluarkan sertifikat halal untuk produsen sepatu Kickers. “Berhubungan dengan mereka saja kami tidak pernah. Karena ada kasus ini maka kami mengirimkan surat kepada mereka untuk menarik sepatu bertuliskan pig skin lining itu dari peredaran,” ujarnya. LPPOM MUI, kata dia, tidak pernah menyatakan halal untuk setiap produk yang mengandung unsur babi.

Sebelumnya, seorang konsumen yang juga karyawan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), Winarto (48 tahun), melaporkan direktur PT Mahkota Petriendo Indoperkasa ke Polda Metro Jaya terkait dugaan tindak pidana perlindungan konsumen pada Kamis (20/12). Ia merasa dirugikan dengan label pig skin lining dan stiker halal itu. (Abdullah Sammy/c90/c71/ROL)

BAGIKAN
Berita sebelumyaKepolisian Terus Usut Sepatu Berkulit Babi dengan Label Halal
Berita berikutnyaAlhamdulillah, Abanda Herman (Persib) Masuk Islam
Aku adalah aku... Immawan Muhammad Arif adalah Immawan Muhammad Arif... Aku lahir di Kabupaten Bojonegoro Jatim tetapi akta kelahiranku di Kabupaten Blora Jateng. Ku lahir tepatnya di Kabupaten Bojonegoro Jatim paling barat berbatasan dengan Kabupaten Blora. Aku di Bojonegoro hingga tahun 1995, sempat menikmati dunia pendidikan Taman Kanak-Kanak di TK ABA Cepu Blora Jawa Tengah selama satu tahun kurang.. Semenjak tahun 1995 aku bersama keluargaku pindah di Provinsi DIY tepatnya di Wonosari Gunungkidul tepatnya lagi di belakang TERMINAL DHAKSINARGA Desa Baleharjo Wonosari Kabupaten Gunungkidul, hingga 1998 lalu pindah di Dusun Madusari Wonosari dan sekarang di Kepek II, Kepek, Wonosari dari tahun 1999. Salam Fastabiqul khairat... Salam Ukhuwah Islamiyyah... Salam Gunungkidul Berkemajuan...

LEAVE A REPLY