Muhammadiyah adalah salah satu kekuatan Ummat Muslim yang terbesar di DIY apalagi di Kabupaten Gunungkidul, biasanya apa yang diutarakan oleh Muhammadiyah banyak Ummat Muslim di Gunungkidul akan menjadikan acuan.

Seperti pemberitaan-pemberitaan sebelumnya, Pelaksanaan Adiyuswo yang direncakan akan berlangsung di Lapangan Pusat Pelatihan Tempur (PUSLATPUR) Paliyan dengan peserta puluhan ribu dengan usia 50 tahun ke atas.

Dalam rangka untuk mencari pemberitaan yang berimbang dan mencerahkan, maka redaksimentarinews.co.id berkomunikasi dengan pimpinan Muhammadiyah di Kabupaten Gunungkidul.

Menurut Bapak Drs. Ngadimin (Ketua Majelis Tabligh PDM Gunungkidul), menyatakan bahwa Muhammadiyah pada dasarnya mendukung acara Adiyuswo di Gunungkidul, begitupula Ketua PDM Gunungkidul, H. Sukamto melalui via handphone, Beliau mengatakan pada intinya hampir sama yang diucapkan Ketua Majelis Tabligh PDM Gunungkidul, Muhammadiyah pada dasarnya mendukung penuh pelaksanakan Adiyuswo di Gunungkidul.

Beliau berdua menambahkan, itu ada tapinya. Tapinya adalah Pelaksanaannya tidak di Puslatpur Paliyan akan tetapi dipindah di salah satu Gereja yang memungkinkan untuk dilaksanakan kegiatan Adiyuswo tersebut. Ini dikarenakan di Puslatpur itu:
1. Lahan untuk tempat parkir kendaraan (bus, mobl, dan motor) di sekitar Puslatpur Paliyan tidak memungkinkan, jika dipaksakan akan menghambat arus lalu lintas di sekitar Puslatpur Paliyan ini dikarenakan Jalan tersebut adalah jalur lalu lalang para wisatawan menuju obyek wisata
2. Peserta pelaksanaan Adiyuswo yang dimana merupakan 6 provinsi se- Jawa dengan di atas usia 50 atas merupakan hal penyiksaan dalam segi waktu dan fisik, yang dimana di Lokasi Puslatpur jika di siang hari akan sangat panas sekali.
3. Akan menganggu kenyamanan warga jika akan melaksanakan kehidupan sehari-hari ini dikarenakan Masyarakat di sekitar Puslatpur adalah Muslim dan latihan para pasukan TNI yang dimana jika ada waktu kegiatan pada tanggal itu.

Ketua Majelis Tabligh PDM Gunungkidul menambahkan jika pelaksanaan Adiyuswo tetap akan dipaksakan dilaksanakan di Puslatpur Paliyan, maka jangan salahkan Muhammadiyah, jika Para Angkatan Muda Muhammadiyah dan Angkatan Muda Muslim lainnya di Paliyan, Gunungkidul dan sekitarnya akan melaksanakan hal nekat di luar kendali dari Pimpinan Daerah Muhammadiyah Gunungkidul.

Ini dikarenakan PDM Gunungkidul mendengar kabar bahwa Angkatan Muda Muhammadiyah (AMM) melalui KOKAM dan elemen Muslim lainnya di Luar Gunungkidul misalkan Kota Yogyakarta, Bantul, Sleman, ada yang dari Provinsi Jawa Tengah, Klaten, dan Solo akan siap naik membantu Angkatan Muda Muhammadiyah (AMM) melalui KOKAM Gunungkidul untuk menggagalkan pelaksanaan Adiyuswo di Puslatpur Paliyan, bahkan dari FPI Solo juga siap membantu. Yang terpenting adalah Muhammadiyah Kabupaten Gunungkidul sudah mencoba menawarkan solusi agar pelaksanaan Adiyuswo tetap bisa dilaksanakan di Gunungkidul.

Sekali lagi jika tetap dipaksakan akan dilaksanakan di Puslatpur Paliyan maka jangan salahkan Muhammadiyah jika ada hal nekat dari Anak Muda Muhammadiyah pungkas Beliau. (mentarinews.co.id)

———————–
Catatan redaksi:
KOKAM adalah Komando Keamanan dan Kesiapsiagaan Angkatan Muda Muhammadiyah dan merupakan bagian dari Pemuda Muhammadiyah, Pemuda Muhammadiyah merupakan bagian dari AMM (Angkatan Muda Muhammadiyah
———————-

LEAVE A REPLY