pdmgunungkidul.org — Lima kandidat ketua Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah mengikuti debat calon di aula kantor PP Muhammadiyah, Jalan Cik Dik Tiro, Yogyakarta, Ahad (12/10.

Ketua Pimpinan Wilayah Pemuda Muhammadiyah DIY, Ridwan Furqoni, mengatakan debat itu digelar sebagai inisiatif pimpinan wilayah pemuda untuk mengenalkan semua calon kepada masyarakat, khususnya anggota Muhammadiyah.

Debat kandidat ini dihadiri sekitar 100 orang terdiri dari kader Pemuda Muhammadiyah tidak hanya dari Jogjakarta namun hadir pula utusan Pemuda Muhammadiyah dari wilayah DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah dan Bangka Belitung. Selain itu hadir pula para alumni Pemuda Muhammadiyah serta para akademisi.

Ridwan mengatakan dari hasil penjaringan itu sebenarnya ada tujuh kandidat. Namun, dalam debat kemarin hanya dihadiri lima orang. Tahapan selanjutnya setelah penjaringan itu, panitia pemilih akan memverifikasi ketujuh calon itu diantaranya berdasarkan keaktifan sekian tahun di organisasi Muhammadiyah dan lulus pendidikan pangkaderan. “Kalau semuanya lolos akan dibawa semua dalam Muktamar Muhammadiyah 20 November nanti untuk dipilih satu,” ungkap Ridwan, kemarin.

Pemuda Muhammadiyah berharap pemimpin PP Muhammadiyah ke depan adalah sosok yang memiliki komitmen kuat kuat dengan ideologi ke-Islaman, memiliki wawasan nasional kebangsaan, berjejaring kepemudaan dan memiliki jaringan internasional. Tak kalah pentingnya, tidak menjadikan Muhammadiyah hanya sebagai batu loncatan untuk kepentingan politik pribadinya. “Trennya dalam situasi sekarang ini seperti itu, maka perlu komitmen ketua yang tidak sekadar memenuhi ambisi pribadi. Perlu memiliki komitmen gerakan,” ujarnya.

Para kandidat ketua

 

  1. Syahrul Hasan (pengusaha asal DKI Jakarta)
  2. Rohmat Suprapto (Dosen Universitas Muhammadiyah Semarang)

    Mohammad dan Aziz (Dosen Universitas Ahmad Dahlan Jogja)

    King Faisal Sulaiman (Dosen Muhammadiyah Maluku Utara)

    Amirudin, Dahnil Anzar (Dosen Universitas Sultan Ageng Tertayasa Banten)

    Syahruddin Alrif (politikus asal Sulawesi Selatan).

Peserta debat kandidat

  1. Amirudin
  2. Syahrul Hasan

    Rohmat Suprapto

    Mohammad dan Aziz

    King Faisal Sulaiman


*Yang tidak hadir Dahnil Anzar dan Syahruddin Alrif. Dhanil tidak hadir karena menjadi pembicara dalam sebuah seminar di Banten sedangkan Syahrudin tidak memberikan konfirmasi. (sp)

BAGIKAN
Berita sebelumyaFPI: Jika Ada Anggota GP Anshor Mati Dibacakan Ayat Konstitusi Saja..
Berita berikutnyaDin Syamsuddin Kecam Bullying Terhadap Siswi SD Berjilbab
Aku adalah aku... Immawan Muhammad Arif adalah Immawan Muhammad Arif... Aku lahir di Kabupaten Bojonegoro Jatim tetapi akta kelahiranku di Kabupaten Blora Jateng. Ku lahir tepatnya di Kabupaten Bojonegoro Jatim paling barat berbatasan dengan Kabupaten Blora. Aku di Bojonegoro hingga tahun 1995, sempat menikmati dunia pendidikan Taman Kanak-Kanak di TK ABA Cepu Blora Jawa Tengah selama satu tahun kurang.. Semenjak tahun 1995 aku bersama keluargaku pindah di Provinsi DIY tepatnya di Wonosari Gunungkidul tepatnya lagi di belakang TERMINAL DHAKSINARGA Desa Baleharjo Wonosari Kabupaten Gunungkidul, hingga 1998 lalu pindah di Dusun Madusari Wonosari dan sekarang di Kepek II, Kepek, Wonosari dari tahun 1999. Salam Fastabiqul khairat... Salam Ukhuwah Islamiyyah... Salam Gunungkidul Berkemajuan...

LEAVE A REPLY