pdmgunungkidul.org — Jawa Barat adalah provinsi dengan jumlah penduduk terbanyak di Indonesia. Pembangunan masjid di beberapa daerah yang rawan pemurtadan memang diharapkan untuk memperkuat pondasi akidah masyarakat di sekitar.

Namun, hal itu hanya menjadi satu dari banyak hal upaya menjaga kekokohan akidah umat muslim. Setidaknya hal itu yang terjadi di beberapa daerah pelosok di Jawa Barat.

Alim ulama Jawa Barat KH Athian Ali menyebut Forum Ulama Ummat Indonesia (FUUI) menemukan 90 titik di Jawa Barat yang rawan pemurtadan. “Kebanyakan itu daerah pelosok, yang kondisi penduduknya (maaf) orang tidak mampu, di Jabar itu ada dua desa yang sudah luar biasa bahaya kristenisasinya, daerah Ciranjang salah satunya,” kata Athian kepada Republika Online, Kamis (2/9).

Dia menyebutkan hal itu yang akhirnya dimanfaatkan oleh sebagian pihak untuk melakukan pemurtadan dengan dalih membantu perekonomian masyarakat di sekitarnya. Ketua FUUI ini juga menyayangkan kurangnya perhatian pemerintah maupun kaum muslimin di wilayah rawan pemurtadan tersebut. “FUUI ini menemukan 90 titik rawan kristenisasi, sejujurnya kita kewalahan, tapi yang menyedihkan dari sekian banyak titik itu, kita tidak menemukan ormas Islam di sana atau tidak ada yang mencoba membela Islam,” ungkap Athian.

Oleh karenanya, Athian menyambut baik pembangunan masjid di daerah rawan pemurtadan tersebut dengan harapan akan meningkatkan pondasi akidah masyarakat disana. Namun, hal yang terpenting adalah bagaimana pembinaan masyarakat pasca dibangunnya masjid tersebut.

Mari kita bersama meneliti di daerah kita, kira-kira titik mana saja yang belum tersentuh dakwah ormas-ormas Islam, untuk menyelamatkan aqidah saudara kita. (mentarinews)

BAGIKAN
Berita sebelumyaPernyataan Sikap Pimpinan Pusat Muhammadiyah Tentang ISIS
Berita berikutnyaKurban Lazismu Sasar Saptosari Gunungkidul
Aku adalah aku... Immawan Muhammad Arif adalah Immawan Muhammad Arif... Aku lahir di Kabupaten Bojonegoro Jatim tetapi akta kelahiranku di Kabupaten Blora Jateng. Ku lahir tepatnya di Kabupaten Bojonegoro Jatim paling barat berbatasan dengan Kabupaten Blora. Aku di Bojonegoro hingga tahun 1995, sempat menikmati dunia pendidikan Taman Kanak-Kanak di TK ABA Cepu Blora Jawa Tengah selama satu tahun kurang.. Semenjak tahun 1995 aku bersama keluargaku pindah di Provinsi DIY tepatnya di Wonosari Gunungkidul tepatnya lagi di belakang TERMINAL DHAKSINARGA Desa Baleharjo Wonosari Kabupaten Gunungkidul, hingga 1998 lalu pindah di Dusun Madusari Wonosari dan sekarang di Kepek II, Kepek, Wonosari dari tahun 1999. Salam Fastabiqul khairat... Salam Ukhuwah Islamiyyah... Salam Gunungkidul Berkemajuan...

LEAVE A REPLY