pdmgunungkidul.org — Banyak sekali lagu bermunculan di Indonesia ini, baik dari genre Campursari, Dangdut, Pop, Rock, dan lain sebagainya.

Seperti yang pernah dibahas sebelumnya, kali ini kita juga akan membahas lagu yang ber-genre Dangdut. Musik bergenre Dangdut yang penulis pilih, ini dikarenakan musik dangdut adalah musik yang disukai ‘kebanyakan’ Rakyat Indonesia. Selain itu lagu Dangdut yang menurut pengamatan penulis kali ini kebanyakan lagu “cerminan” tingkah polah kita.

Berikut daftar lagu bergenre dangdut sepengetahuan penulis yang terbaru:

  • Sakitnya tuh di sini, penyanyi Cita citaa
  • Gara-gara Twitter, penyanyi Caeva Anjani
  • Gatel-gatel, penyanyi Duo Sabun Colek
  • I Like This, penyanyi Florina
  • Klepek-klepek, penyanyi Hesty
  • Terserah Gue, penyanyi Gaijin
  • Gadis Bukan Perawan, penyanyi Lynda Momoy
  • CKC (Cuma Kamu Cin), penyanyi Camel Petir
  • Perawan atau Janda, penyanyi Cita Citaa

Penulis kali ini akan membahas lagu yang judulnya fonumental yakni “Gadis Bukan Perawan“, sekilas dilihat dari judul lagunya pasti gak lama akan “disemprit” oleh KPI karena lagunya terlalu nyelenehNyeleneh ini adalah karena kita hidup sebagai Orang Timur yang masih menjunjung tinggi kesopanan (semoga sampai kapanpun).

Bagi yang belum mendengarkan lagunya, ini saya tuliskan lirik dari Lagu “Terbaheno” di Akhir Tahun 2014:

Aku hanyalah wanita biasa
Berbuat salah khilaf dan dosa
Karena cinta hatiku terlena
Aku ternoda terbuai mesra

Aku gadis tapi bukan perawan
Keperawananku sudah hilang
Gara-gara pacaran sering mesra-mesraan
Tapi untung gak hamil duluan

Aku gadis tapi bukan perawan
Keperawananku sudah hilang
Gara-gara pacaran sering mesra-mesraan
Tapi untung gak hamil duluan

Makanya pacaran harus ada batasan
Makanya pacaran jangan sampai kelewatan

Aku hanyalah wanita biasa
Berbuat salah khilaf dan dosa
Karena cinta hatiku terlena
Aku ternoda terbuai mesra

Aku gadis tapi bukan perawan
Keperawananku sudah hilang
Gara-gara pacaran sering mesra-mesraan
Tapi untung gak hamil duluan

Aku gadis tapi bukan perawan
Keperawananku sudah hilang
Gara-gara pacaran sering mesra-mesraan
Tapi untung gak hamil duluan

Makanya pacaran harus ada batasan
Makanya pacaran jangan sampai kelewatan

Mari coba kita bedah lirik di atas, mulai 2 bait teratas:

 

Bait I:
Aku hanyalah wanita biasa, Berbuat salah khilaf dan dosa, Karena cinta hatiku terlena, Aku ternoda terbuai mesra. 

Bait II:
Aku gadis tapi bukan perawan, Keperawananku sudah hilang, Gara-gara pacaran sering mesra-mesraan, Tapi untung gak hamil duluan

Di bait I lirik ini jika kita lihat, pesan dari lagu yang berjudul terbahenol (menurut penulis) adalah pengakuan bahwa ternyata dia (kita sebut saja orang dalam lirik itu) adalah hanya wanita biasa, yang mempunyai salah (khilaf) serta dosa. Selanjutnya wanita di dalam lirik menurut positif thingking-nya penulis adalah wanita itu dengan tidak sengajanya karena cintanya ia melakukan yang dilarang dalam agama dan moral di masyarakat. Apa yang dilakukan perempuan itu? Jawabannya ada di bait II…

Dibait II lirik menjadi penjelesan dari bait I. Perempuan ini karena salah, khilaf, dan dosanya (yang tidak disengaja- menurut positif thinkingnya penulis), saat ini dia sudah tidak perawan walaupun dia belum menikah. Keperawanannya hilang karena gara-gara melakukan pacaran dan terlalu mesra, dan untungnya dia tidak hamil. Tapi yang menarik bagi penulis adalah si Pencipta lagu ini memasukkan penekannya (bisa dikatakan ajakannya) ada di bait berikutnya Makanya pacaran harus ada batasan, Makanya pacaran jangan sampai kelewatan. Untuk bait-bait berikutnya adalah pengulangan dari bait I dan II saja jadi penjelasannya hampir sama.

Kesimpulan menurut penulis selaku pengamat dan penikmat Musik Dangdut Indonesia, lagu GBP Judul “terbahenol” akhir tahun 2014 masih layak didengarkan dikarenakan masih ada positifnya, akan tetapi lebih baiknya lagi Badan Sensor Indonesia untuk berkenan masuk untuk menyensor lirik yang mungkin berdampak negatifnya lebih banyak daripada positifnya. Semoga tulisan ini bermanfaat dan dapat meminalisir dampak negatif dari lirik dangdut ‘zaman kini’ khususnya lagu GBP.

Wallahu ‘alam bishowab. Nasrun minallah wafathun qarieb, nuun wal qolami wamaa yasthurun. Fastabiqul Khairat.

Penulis:
Immawan Muhammad Arif
(Sekretaris Lembaga Seni Budaya dan Olahraga PDM Gunungkidul DIY)
NBM. 1.082.772

BAGIKAN
Berita sebelumya1330 Manusia Suksesi Lomba Apresiasi Gugus PAUD Berprestasi
Berita berikutnyaMencari Konsep Gerakan Dakwah IMM (Kader IMM Wajib Baca)
Aku adalah aku... Immawan Muhammad Arif adalah Immawan Muhammad Arif... Aku lahir di Kabupaten Bojonegoro Jatim tetapi akta kelahiranku di Kabupaten Blora Jateng. Ku lahir tepatnya di Kabupaten Bojonegoro Jatim paling barat berbatasan dengan Kabupaten Blora. Aku di Bojonegoro hingga tahun 1995, sempat menikmati dunia pendidikan Taman Kanak-Kanak di TK ABA Cepu Blora Jawa Tengah selama satu tahun kurang.. Semenjak tahun 1995 aku bersama keluargaku pindah di Provinsi DIY tepatnya di Wonosari Gunungkidul tepatnya lagi di belakang TERMINAL DHAKSINARGA Desa Baleharjo Wonosari Kabupaten Gunungkidul, hingga 1998 lalu pindah di Dusun Madusari Wonosari dan sekarang di Kepek II, Kepek, Wonosari dari tahun 1999. Salam Fastabiqul khairat... Salam Ukhuwah Islamiyyah... Salam Gunungkidul Berkemajuan...

LEAVE A REPLY