pdmgunungkidul.org — Voting bayangan yang digelar parlemen Inggris menghasilkan keputusan pengakuan atas kemerdekaan Palestina. Dari 650 anggota parlemen sebanyak 274 orang di antaranya mengakui Palestina sebagai sebuah negara merdeka, sementara 12 orang abstain.

Keputusan ini diambil dalam sebuah persidangan yang digelar pada Senin waktu setempat, seperti dilansir dari The Telegraph.

Hasil ini merupakan buah dari kerja keras Partai Buruh yang sejak 1980 aktif mengkampanyekan dukungan atas kemerdekaan Palestina dan menegaskan bahwa Israel adalah bangsa penjajah. Para anggota parlemen mayoritas mendukung pengakuan kemerdekaan Palestina sebagai upaya mendorong perdamaian antara Israel dan Palestina.

Sementara itu, kaum konservatif memilih abstain karena meyakini bahwa voting ini tidak memiliki konsekuensi politik apapun. Hasil voting hanya bersifat memberikan masukan kepada perdana menteri dan kabinetnya dalam mengambil kebijakan luar negeri. Kendati demikian, hasil ini merupakan sebuah kemajuan signifikan karena membuktikan bahwa Partai Buruh masih berpengaruh besar di parlemen. Tidak menutup kemungkinan di masa mendatang Partai Buruh dapat mendorong Swedia, khususnya Uni Eropa juga melakukan hal yang sama.

Meski sikap Uni Eropa tidak berdampak langsung terhadap konflik Palestina-Israel, namun pengakuan atas kemerdekaan Palestina bakal memunculkan perubahan besar. Itu karena 33 persen penduduk Israel memiliki hubungan dagang dengan Uni Eropa. Mereka memiliki ketergantungan besar, terutama di urusan transfer teknologi. Dampak atas pengakuan negara-negara Uni Eropa akan memunculkan legal standing bagi Palestina di pengadilan Eropa. Dalam konteks ini Israel dapat dianggap melanggar Konvensi Geneva 1949, yang melarang pendudukan militer di wilayahnya sendiri.

Secara teoritis, Palestina dapat membawa persoalan pendudukan Tepi Barat ke pengadilan di negara-negara Uni Eropa dan memenangkan gugatan. Banyak perusahaan Israel yang beroperasi di Eropa rentan terhadap isu gugatan semacam ini. Dampak langsung dari voting bayangan parlemen Inggris memang kecil. Namun, dampak lanjutannya bakal besar karena bisa memunculkan kerugian besar bagi Israel secara politis dan ekonomis. (sp)

 

LEAVE A REPLY