pdmgunungkidul.org — TK ABA merupakan kepanjangan dari Taman Kanak-kanak Aisyiyah Bustanul Athfal, yang sudah sejak dulu hingga sekarang berkiprah dan berperan aktif mencetak dan mendidik Generasi Muda Indonesia paling awal.

Siapa yang tidak mengenal TK ABA bahkan mungkin kebanyakan dari kita adalah lulusan TK ABA di tempat tinggal kita dulu, karena memang TK ABA dari dulu jauh sebelum menjamurnya Taman Kanak-kanak di Indonesia. Menurut sejarah tercatat, Taman Kanak-kanak pertama di Indonesia bernama Frobel yang dikemudian hari berganti nama dengan TK Aisyiyah Bustanul Atfhal.

Berdirinya TK ABA tidak lepas dari kiprah dan pemikiran dari Kh Ahmad Dahlan (Pendiri Persyarikatan Muhammadiyah) yang dimana mengajak Kaum Perempuan untuk “mentas” dari “konco wingking” laki-laki. Kaum Perempuan yang dimana waktu itu (mungkin masih ada di era sekarang), tidak elok untuk berkiprah di depan menemani kaum laki-laki berjuang. Jangankan seperti itu, Kaum Perempuan saja dulu Sholat di Masjid/Mushola saja dilarang (sekarang masih ada, bagi yang masih berpikiran kolot).

Dari pemikiran Kh Ahmad Dahlan itulah Beliau mengajak Sang Istri untuk berjuang dalam rangka membela hak-hak perempuan, tentunya hak perempuan yang masih ada batasnya. Wujud daripadanya adalah Kh Ahmad Dahlan ikut mendirikan Perkumpulan Perempuan Pertama bernama Aisyiyah, dan salah satu usahanya adalah mendirikan Sekolah Frobel yang kedepannya berganti nama TK Aisyiyah Bustanul Athfal yang saat ini telah mencapai 5.865 TK di seluruh Indonesia.

Di Gunungkidul-pun TK ABA pasti ikut berperan aktif, tak jauh-jauh kemarin pada saat Lomba Apresiasi Gugus PAUD Tingkat Nasional, TK ABA tetap menjadi penggerak dan aktor pemain dalam menyukseskannya. Selamat untuk para pendidik TK ABA se- Indonesia khususnya di Gunungkidul, semoga di tahun ini Lomba Gugus PAUD Tingkat Nasional tetap mendapatkan prestasi yang maksimal. Insya Allah meraih Juara I untuk Gunungkidul sebagai Wakil dari Daerah Istimewa Yogyakarta, aamiin.  Jangan cepat puas…. Salam Gunungkidul Berkemajuan, TK ABA “Matoh”. Lho? (mentarinews)

BAGIKAN
Berita sebelumyaIni Dia Yang Dinilai Tim Penilai Kemendiknas Pusat….
Berita berikutnyaAlhamdulillah, Pelajar Muhammadiyah Gunungkidul Raih Juara II Lomba Film Tingkat DIY
Aku adalah aku... Immawan Muhammad Arif adalah Immawan Muhammad Arif... Aku lahir di Kabupaten Bojonegoro Jatim tetapi akta kelahiranku di Kabupaten Blora Jateng. Ku lahir tepatnya di Kabupaten Bojonegoro Jatim paling barat berbatasan dengan Kabupaten Blora. Aku di Bojonegoro hingga tahun 1995, sempat menikmati dunia pendidikan Taman Kanak-Kanak di TK ABA Cepu Blora Jawa Tengah selama satu tahun kurang.. Semenjak tahun 1995 aku bersama keluargaku pindah di Provinsi DIY tepatnya di Wonosari Gunungkidul tepatnya lagi di belakang TERMINAL DHAKSINARGA Desa Baleharjo Wonosari Kabupaten Gunungkidul, hingga 1998 lalu pindah di Dusun Madusari Wonosari dan sekarang di Kepek II, Kepek, Wonosari dari tahun 1999. Salam Fastabiqul khairat... Salam Ukhuwah Islamiyyah... Salam Gunungkidul Berkemajuan...

LEAVE A REPLY