pdmgunungkidul.org — Ketua Pimpinan Wilayah Pemuda Muhammadiyah DIY Ridwan Furqoni mengecam aksi pendukung Jokowi yang melakukan ruwatan di depan rumah Amien Rais.

Ridwan menganggap atraksi itu sebuah kemunduran rasionalitas politik dan tidak memberikan edukasi politik yang baik bagi masyarakat palagi jika tidak hati – hati ruwatan itu bisa menjurus praktek kurafat yang dilarang oleh Islam.

” Di tengah suasana yang mulai kondusif pasca Pilpres saya mengingatkan hendaknya tidak ada pihak yang kembali memanaskan suhu politik khususnya di Jogjakarta” demikian pernyataaan Ridwan Furqoni kepada redaksi sp.

Ridwan menambahkan apalagi acara ruwatan yang dilakukan segelintir orang tersebut dimaksudkan untuk menyelamatkan pak Amien Rais dari sifat sengkuni seperti yang mereka tuduhkan dan opini yang dibangun di masyarakat, sedangkan selama ini track record Amien Rais tidak pernah terlibat pelanggaran hukum atau terlibat kasus korupsi bandingkan dengan banyak politisi yang lain tersangkut kasus hukum, sehingga penyematan nama tersebut tidaklah tepat.

PW Pemuda Muhammadiyah Yogyakarta sejak awal menyatakan diri netral dalam politik pemilu maupun pilpres, sehingga Pemuda Muhammadiyah bersikap kritis terhadap perilaku politik yang mencederai nilai – nilai agama dan menggangu keharmonisan di masyarakat.

Kamis kemarin sekelompok warga menggelar ritual meruwat mantan Ketua MPR Amien Rais di sekitar rumahnya di Kampung Sawit Sari, Depok, Sleman, Yogyakarta, Kamis. “Ritual ruwatan ini dimaksudkan agar Amien Rais mendukung pemerintahan baru, dan tidak lagi membuat trik-trik ,” kata koordinator aksi, Agus Sunandar.

Menurut dia, kegiatan ini diikuti sekelompok warga yang tergabung dalam paguyuban masyarakat pelestari tradisi atau Pametri. “Kami sengaja menggelar ritual ruwatan ruwatan di rumah Amien Rais dengan membawa sejumlah ‘uba rampe’ seperti ayam hitam, pisang, air kembang dan yang lainnya,” katanya.

Sepanjang jalan menuju rumah Amien Rais mereka mendendangkan lagu Jawa “lir-ilir”. Sesampai di rumah Amien Rais sekelompok orang langsung menggelar serangkaian ritual untuk meruwat Amien Rais. “Ritual selain doa-doa, memotong bulu ayam juga menyiram air kembang di depan rumah Amien Rais,” katanya. “Kami harapkan para politisi ini bisa kembali menjadi negarawan yang memikirkan nasib rakyat Indonesia dan tidak melakulan trik-trik politik yang memecah belah rakyat,” katanya.

Agus mengatakan, ruwatan juga dilakulan sebagai upaya mendukung pemerintahan baru mendatang yang ditandai dengan pelantikan presiden dan wakil presiden terpilih Joko Widodo dan Jusuf Kalla. Ia mengatakan, diharapkan para politisi terutama para anggota DPR tidak menganggu jalannya pemerintahan baru mendatang. (sp)

BAGIKAN
Berita sebelumyaMencari Konsep Gerakan Dakwah IMM (Kader IMM Wajib Baca)
Berita berikutnyaBerantas Miras dan Kurangi Pengangguran
Aku adalah aku... Immawan Muhammad Arif adalah Immawan Muhammad Arif... Aku lahir di Kabupaten Bojonegoro Jatim tetapi akta kelahiranku di Kabupaten Blora Jateng. Ku lahir tepatnya di Kabupaten Bojonegoro Jatim paling barat berbatasan dengan Kabupaten Blora. Aku di Bojonegoro hingga tahun 1995, sempat menikmati dunia pendidikan Taman Kanak-Kanak di TK ABA Cepu Blora Jawa Tengah selama satu tahun kurang.. Semenjak tahun 1995 aku bersama keluargaku pindah di Provinsi DIY tepatnya di Wonosari Gunungkidul tepatnya lagi di belakang TERMINAL DHAKSINARGA Desa Baleharjo Wonosari Kabupaten Gunungkidul, hingga 1998 lalu pindah di Dusun Madusari Wonosari dan sekarang di Kepek II, Kepek, Wonosari dari tahun 1999. Salam Fastabiqul khairat... Salam Ukhuwah Islamiyyah... Salam Gunungkidul Berkemajuan...

LEAVE A REPLY