Rasa haru bahagia dan bingung bercampur aduk ketika mobil kantor bertuliskan PIMPINAN DAERAH MUHAMMADIYAH GUNUNGKIDUL Sabtu,30 September 2016 pukul 15.45 WIB berhenti di depan Rumah Sederhana di Padukuhan Blado, Desa Giritirto, Kecamatan Purwosari.

Pasalnya mobil yang berwarna hitam itu bernahkodakan Bapak Drs.H. Sadmonodadi MA, ketua PDM Gunungkidul beserta rombongan yang terdiri dari Ketua LazisMU PDM Gunungkidul Bapak Wahyudiyono, S.Pd.I, M.Pd.I serta tim dari LAZISMU Bapak Tupanto, S.Pd., Danang Istiaji, serta didampingi kepala KUA Purwosari Bapak Drs. H. Muhammad Nurdin, MA.

Dalam kehadirannya Pimpinan Muhammadiyah Gunungkidul ini memberikan bantuan finansial dan perlengkapan sekolah kepada dua anak yakni Marsiti (8 Tahun) dan Marsela ( 6 Tahun).

Dua anak ini mendapat perhatian setelah tiga hari sebelumnya diinformasikan anak tersebut sudah enam bulan tidak masuk sekolah. Kata Ketua PCM Purwosari Mas Rungki, S.Pd.I., bantuan berupa subsidi pendidikan dan peralatan sekolah berupa seragam, tas, buku dan peralatan sekolah mampu memberikan rasa kebahagiaan tersendiri bagi Marsela dan Maryati, semburat senyum lebar menghiasi bibirnya ketika Tim LAZISMU memberikan Tas berisi peralatan Sekolah.

Logo LAZISMU Baru
Logo LAZISMU Baru

Semoga menjadi amal sholeh. Pesan Bapak Sadmonodadi agar Marsela dan Maryati tetap semangat dalam menuntut Ilmu.Dari LAZISMU akan senantiasa membantu dengan subsidi biaya sekolah bagi marsela dan maryati.semoga kerjasama dan perhatian senantiasa bisa dibangun.pungkas mas Rungki.

Maryati dan Marsela merupakan 2 anak bersaudara dari 6 anak bersaudara. Dari pasangan Supardi dan Almarhum Ngajinem. Kakak tertua bernama Jumadi (15 Tahun ). Sudah lama putus sekolah sejak adiknya yang ketiga lahir. Ia tak menyelesaikan Kelas Dua SD karena terganjal masalah ekonomi.

Beruntung kakaknya Marsela yang lain yaitu Rahmat dan Sarwoko. Rahmat saat ini di asuh kerabatnya di Giriasih dan masih sekolah di SD Giriasih duduk dikelas 5. Sementara Sarwoko diasuh oleh keluarga almarhumah.

Ibunya dan kini sekolah di SD Muhammadiyah Geger Kelas Enam. Maryati dan Mersela sebelumnya juga sudah sekolah dan diasuh oleh seorang Ustadz di daerah Ngloro, Saptosari. Namun ketika ayahnya menjenguk kedua buah hatinya tersebut perasaannya tak bisa ia tutupi bahwa ia tak tega melihat anak- anaknya tersebut berada jauh dari kehidupan sehari harinya.

Maka diputuskan anak tersebut diajak pulang kembali. namun beberapa hari kemudian Ustadz datang kerumah bermaksud untuk melanjutkan kepengasuhannya. Tinggalah kedua anak tersebut bersama Ustadz dan keluarga. Namun lagi-lagi perasaan ayahnya tak tega.

Di ambilnya kembali anak anak itu dan sejak menjelang lebaran yang lalu kedua anak ini sudah tak sekolah lagi. Hingga beberapa waktu yang lalu keberadaan anak2 ini terdeteksi oleh PCM Purwosari.

Sehingga setelah d lakukan pendekatan dengan keluarga dan sekolah, serta bantuan dari LAZISMU dan donatur kini anak – anak itu telah kembali kesekolah lagi.

Semoga semangat belajar dan keinginannya tersebut tidak terputus lagi salah satunya berkat kesigapan LAZISMU dalam pendampingan bantuan sosial kemanusiaan. Semoga hal ini menjadi amal kebaikan dan bernilai ibadah bagi semua pihak.

LEAVE A REPLY